Kembar Keempat by Sekar Ayu Asmara Online

Kembar Keempat
Title : Kembar Keempat
Author :
Rating :
ISBN : null
Language : English
Format Type : Paperback
Number of Pages : 225

Dari gempita Manhattan, New York sampai romantika Paris, novel KEMBAR KEEMPAT melintas empat benua. Sebuah cerita drama kemanusiaan penuh cinta, airmata dan pengorbanan. Mengisahkan perjuangan manusia meraih kebahagiaan. Dan ketidakberdayaan manusia melawan kebenaran takdir.Axena gadis empatbelas tahun asal panti asuhan Jogya. Nasib mengubah hidup, keberuntungan membawanyaDari gempita Manhattan, New York sampai romantika Paris, novel KEMBAR KEEMPAT melintas empat benua. Sebuah cerita drama kemanusiaan penuh cinta, airmata dan pengorbanan. Mengisahkan perjuangan manusia meraih kebahagiaan. Dan ketidakberdayaan manusia melawan kebenaran takdir.Axena gadis empatbelas tahun asal panti asuhan Jogya. Nasib mengubah hidup, keberuntungan membawanya ke Manhattan, New York. Wajahnya menjadi ikon kecantikan berkat kontrak jutaan dollar Diva Cosmetics. Panggung busana internasional melambungkan namanya sebagai supermodel dunia. Rencana pernikahannya dengan sutradara film Yahudi seakan melengkapi kebahagiaannya.Havana Sitompoel perempuan berkepala botak, berayah Tapanuli beribu Turki. Lulusan sekolah khusus anak-anak cerdas dan berbakat di London, Inggris. Bekerja-lepas pada kepolisian Istanbul, khusus memotret korban bunuh diri. Tingkat intelegensia tinggi seakan tak berdaya, ketika seorang pelukis membelenggu dirinya dalam hubungan cinta terlarang.Bhara, Bhadra dan Bhajra Pusponegoro saudara kembar-tiga. Serupa dalam tampan, berbeda dalam bakat. Bhara penyanyi, mengikuti audisi drama musikal berjudul The Prince of Bali di pentas Broadway. Bhadra pencipta lagu, karyanya mewakili Indonesia di ajang kompetisi tingkat internasional. Bhajra sutradara film dokumenter, menjelajah nusantara mengabadikan warisan budaya. Namun kiprah mereka meraih masadepan, dibayangi rahasia gelap masalalu.


Kembar Keempat Reviews

  • Vanda Kemala

    Dari segi cerita, bagus. Tapi sebagai anak kembar juga, cerita ini rasanya terlalu complicated.Di sisi lain, setiap tokohnya digambarkan terlalu sempurna. Nasibnya, apa yang mereka capai, semuanya. Kayak sempurna bener gitu hidupnya. Lurus aja gitu. Apa yang mereka impikan, pasti tercapai.Ending cerita agak ngetwist, walaupun nggak terlalu menghentak kayak Pintu Terlarang.

  • Ihwan

    Sekar Ayu Asmara merupakan penulis novel yang karya-karyanya banyak diangkat ke layar lebar, mulai dari Belahan Jiwa, Pesan Dari Surga dan yang paling gres adalah Pintu Terlarang. Dia pun juga pernah menyutradai sebuah film berjudul Biola Tak Berdawai. Tapi ironisnya, nama Sekar Ayu Asmara sendiri sepertinya kurang begitu dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Bisa dimaklumi karena dia terjun di genre drama serius yang cenderung dark dan abstrak, tahu sendirilah genre tersebut termasuk sepi pem [...]

  • Rizky Akita

    Klarifikasi : Saya bermaksud memberikan 2,5 bintang untuk buku ini, namun karena bintangnya tidak untuk diberikan dalam satuan desimal maka sangat terpaksa saya berikan dua bintang.Anak kembar merupakan sebuah kejadian yang istimewa, dan sebagaimana hal istimewa lainnya, fenomena anak kembar ini juga tidak lepas dari banyaknya mitos dan kepercayaan yang berputar di sekitarnya. Masing-masing kebudayaan memiliki kepercayaan tersendiri perihal anak kembar ini, tapi yang paling sering kita dengar ad [...]

  • Rina Suryakusuma

    Judulnya benar-benar bikin penasaranSaya nggak ngerti, apa arti kembar keempat sampai akhirnya tiba di endingSecara cerita, jauh lebih bikin trauma buku pintu terlarangTapi Kembar keempat pun juga lumayan bergemaCerita dibuka dengan kisah tiga anak kembar Bhara, Bhadra dan BhajraLalu cerita pindah ke satu orang gadis model yang bernama AxenaKemudian gadis lain yang bernama HavanaBaca cerita ini seperti baca tiga kisah yang berbedaTapi pada akhirnya, seperti pintu terlarang juga, cerita mulai men [...]

  • ABO

    2.5/5Endingnya maksa, padahal di awal-awal buku ini bagus, hampir menggeser Pintu Terlarang ke urutan kedua buku favorit saya dari buku penulisnya yang pernah saya baca. Satu-satunya yang masih konsisten saya sukai dari awal hingga akhir adalah diksinya, jenis yang sudah sangat jarang ditemukan di buku-buku sekarang.

  • Vendy

    There's an expiry date for your secret. You will never know.

  • Fanda Kutubuku

    Bingung dengan kata-kata "aneh"nya. Ceritanya agak dipaksakan dengan bumbu mistis.

  • Priska

    Anggaplah belakangan ini saya memang lagi pelit ngasih rating :)). Saya sendiri tadinya berharap bisa ngasih tiga bintang ke buku ini, minimal untuk keindahan bahasanya. Apa daya ternyata usai baca saya malah kepikiran pertanyaan-pertanyaan yang bikin saya makin kurang sreg sama buku iniLatar belakang Sekar Ayu Asmara yang bukan orang awam di dunia seni-budaya Indonesia sebetulnya menjanjikan karyanya bukan cuma menarik, tapi juga berbobot dan estetik. Dari buku ini, saya sebetulnya suka dengan [...]

  • Aya Murning

    3 stars. I liked it!dari judulnya saja, saya nggak pernah menyangka bahwa tabir misterinya seruwet itu. saya kira misterinya hanya sebatas pada judul itu saja. saya jadi berpikir sendiri mengapa harus ada Havana juga? sementara sudah Axena yg muncul/diceritakan duluan di cerita ini, yg langsung saya judge bahwa Axena lah si kembar keempat.oh ternyata tidak demikian. saat mendekati ujung cerita, barulah bisa bilang "yaelah tebakan gue salah semua" hahaha. saya suka cerita yg seperti ini. cerita y [...]

  • Just_denok

    Novel Kembar Keempat ini ada dalam paket LitBox yang saya beli, sepaket dengan Amba, dan Blue Romance. Novel ini membuat saya gila. Pengen garuk2 tembok setelah mengetahui segalanya. Jujur di tiga perempat halaman awal, saya sangat menikmati novel ini. Cerita cinta Axena-Merav, Havana-Yilmaz kemudian keterkaitan nya dengan Bhara, Bhadra dan Bhajra membuat saya berdecak kagum. Diwarnai dengan latar belakang New York, Paris, Istambul dan Bali, Sekar Ayu Asmara pandai sekali merangkai jalan cerita [...]

  • Victoria

    3.5 stars!Actually i want to give this novel by sekar ayu asmara 4 stars but i felt in the middle of the story the author made it went too fast for my taste. The love between axena and bhara or between havana and bhadra, i think it will be more romantic if the author explored it more. I know the theme is about separated twins that actually can't be separated or they wil get the karma: fall in love with each other, but i just don't like insta love. Their love felt wrong and forced. But for the pl [...]

  • Mandewi

    Cerita oke. Tentang kembar terpisahkan.Tapi yang menarik perhatian justru gaya bercerita SAA. Kalimat-kalimat digunakan seefisien mungkin. Efisien, maksudnya terasa sekali penulis berusaha --kalau tidak bisa dibilang berusaha terlalu keras, memangkas habis kata-kata seperti 'dengan', 'yang', dan '-nya'.Perhatikan kalimat pertama dan kedua reviu ini. Apakah tidak lebih halus jika saya menulis, "Ceritanya oke. Tentang kembar yang terpisahkan."? Seperti kalimat pertama dan kedua itulah gaya tulisan [...]

  • Pratiwi Utaminingsih

    This book is a magic! Merinding bacanya dari awal sampe akhir. Jujur ini adalah novel pertama dari Sekar Ayu Asmara yg saya baca. Aura mistis di awal cerita langsung menarik perhatian saya begitu dalam dan terbukti, tidak sampai sehari saya mampu menamatkannya. Yang pertama saya tangkap adalah gaya penulisan Sekar Ayu Asmara yang hampir mirip dengan gaya Fira Basuki. Dimana banyak sekali detail tentang suatu tempat beserta budaya dan sejarahnya. Tipe buku favorit saya. Sambil refreshing juga jad [...]

  • Hadiyanti Ainun

    plot twistnya bagus. soal kesempurnaan lahiriah dan jalan hidup yg terlalu mulus (karena disampaikannya memang dgn cara begitu) buat saya sih itu kekurangan penulisan yg nggak terlalu penting. semuanya punya jalan kehidupan dan menghadapi rintangan sampai ke akhir yang realistisnya susah dicapai, tapi bukan nggak mungkin. fragmen tersebut memang merupakan kekurangan, tapi nggak begitu berarti. yang penting ide ceritanya berhasil, dan buat saya maksud ceritanya sangat tersampaikan dan betul-betul [...]

  • Sutresna

    Kenapa judulnya Kembar Keempat?!! Judulnya mengecoh sekali! hahahaBuat saya ceritanya rada ringan meski detil-detil ttg lokasi, fashion, dsbnya benar-benar lengkap.Yang paling asyik adalah isi tiap babnya tidak lebih dari 5 halaman, jadi gampang buat saya istirahat di sela-sela bab bila ingin menunda bacaan di tengah jalan.Tokohnya buanyak banget ya jadi bingung buat diafalin di awal2. Tapi saya suka nama Bhara, Bhadra, dan Bhajra yang kembar tiga itu.Pergantian cerita satu tokoh ke tokoh lain m [...]

  • Dini Murti

    Sekar Ayu Asmara terlihat berpengetahuan luas dalam memasukkan informasi-informasi ke dalam buku ini. Saya acungi jempol untuk itu. Pemilihan kata yang digunakan juga mudah dicerna, sehingga enak untuk dibaca. Cerita dari babak ke babak dibuat disambungkan dari kata/ kalimat di bab sebelumnya, dan berdasarkan perspektif dari masing-masing tokoh, sehingga pembaca dibuat terkecoh dan penasaran sampai akhir cerita. Dan saya pun akhirnya baru tahu cerita sebenarnya di saat-saat terakhir. Kenapa saya [...]

  • Claudia Von Nasution

    Dari awal udah nebak-nebak, apa nih maksud dari judulnya. Siapa sih kempar keempat itu. And it was amazing ternyata ceritanyatu. Kaget, sekaget-kagetnya. Gue jadi mulai meragukan kemampuan gue yang suka sotoy nebak-nebak cerita :PTwo thumbs up! Alur yang gak ketebak itu merupakan daya tarik dan keunggulan buku ini. Bisa bikin sedih juga loh. Gue sampai nangis pas orang-orang itu pada meninggal (bukan spoiler ya kan ada di prolog). Cuma ya gong nangisnya pas udah tau kenapa mereka bunuh diri itu. [...]

  • Zachira Indah

    Membaca novel Sekar Ayu Asmara artinya saya harus disiapkan dengan peristiwa-peristiwa / hal-hal di luar nalar yang biasanya bertebaran seperti novel Sekar yang saya baca sebelumnya (Doa Ibu). Dan memang banyak sih, meskipun maksudnya sudah disiapkan sebagai twist.Secara keseluruhan, agaknya saya sulit menikmati cara bercerita. Pilihan diksinya mungkin buat sebagian orang bagus dan puitis, tapi buat saya berlebihan. Dan dialognya datar. Entahlah rasanya kok beda jauh sama novel Sekar yang lain. [...]

  • Dina Oktaviani

    the book is simply attractive :) gaya bahasanya unik, walaupun kayaknya bukan selera saya. awalnya sih bingung poin ceritanya mengarah ke mana, sampe suatu titik, semuanya jadi kebaca. keliatan bahwa penulisnya, Sekar Ayu Asmara, adalah orang yang cerdas, dan hal tersebut terlihat dari tokoh-tokoh rekaan dalam buku ini. segala macam detil mengenai kesenian dan kebudayaan Amerika, Turki, Indonesia, dan Mesir dipamerkan dalam buku ini. cuma yah, namanya juga buku fiksi, tiba-tiba ada selipan juga [...]

  • Hendra Lavith

    Kelebihan dari buku ini adalah penulis memiliki pengetahuan yang sangat luas, terutama mengenai kesenian. Penulis mampu menjelaskan secara detail seluk beluk suatu kesenian yang berasal dari berbagai belahan dunia. Bukti lain bahwa penulis memiliki pengetahuan yang luas adalah pembendaharaan kata yang sangat banyak, dan tak jarang saya tak mengerti arti sebuah kata.Gaya bahasa yang digunakan bukan favorit saya,juga alur cerita yang terkadang membuat saya berpikir bahwa hal itu terlalu dipaksakan [...]

  • Halida Hanun

    3,5 starsmpat kecele dengan sosok kembar keempat. tebakan saya salah ternyata. tapi secara garis besar sih saya udah bisa nembak ceritanya seperti apa. kalau dibandingkan pintu terlarang, jelas buku ini tidak semisterius PT. tapi masih cukup enak dinikmati kok. sayang akhirnya kurang nendang. daaaaan saya sih kasian ya sama Bhajra. sudahlah dia muncul di sepertiga terakhir. eh, giliran kakak-kakaknya dapat pengganti Axena dan Havana, dia masih tetep nggak punya pasangan. ( ._.)/|bhajra|

  • Palinda

    Menurut saya novel ini bagus karena penulis bisa menuangkan imajinasinya dengan baik dan kebetulan saya memang suka cerita imajinasi yang kurang realistis hahaha. Membaca novel ini saya mendapat pengetahuan dari aspek sejarah dan budaya, contohnya tentang Kota Istanbul dan sejarahnya. Berasa baca cerita traveller juga soalnya setting tempat di novel ini banyak, contohnya Paris dan New York. Penulis juga memberikan gambaran tentang upacara Pelebon.

  • Siska Hasmawaty

    Novel ini menceritakan tentang liku kehidupan 3 orang saudara kembar laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka tumbuh dalam latar belakang yag berbeda, di tempat yang berbeda.Empat diantara mereka bertemu dan jatuh cinta. Tiga diantara mereka merasa telah bertemu dengan pasangan sejiwa. Dua diantara mereka dihantui bayangan masa lalu. Tiga diantara mereka patah hati. Tiga diantara mereka dituntun hantu masa lalu. Dua diantara mereka bersatu dalam keabadian.

  • Anna Gultom

    Well, dari awal ke pertengahan aku suka. Dengan bahasa yang nyastra semakin membuat ga pengen berhenti untuk baca. Tapi begitu masuk bagian pertengahan (dmn kembar cowo akhirnya "dipertemukan" dengan kembar cewe secara "kebetulan") mulai agak jenuh karena terkesan "maksa". Overall, I gave 3 stars for this novel. IMHO

  • Titish A.K.

    Saya bukan penggemar novel misteri yg teka-tekinya dipecahkan dg cara: (1) Suruh satu orang yg tahu misterinya untuk cerita semuanya di akhir cerita, atau (2) Kirim hantu untuk memberi petunjuk jawaban atas semua teka-teki. Menurut saya cara2 begini adalah cara pengungkapan misteri yg malas & kok ya novel ini pake DUA CARA ITU SEKALIGUS. Duh!

  • Aulia Hazuki

    Baca novel ini udah lama. Tapi baru sempat nulis review di GR sekarang, hehe. Novel ini adalah salah satu novel favorit. Nuansa misteri dibangun dengan apik dari awal hingga akhir, dan klimaksnya pun tak main-main, membuat saya terkaget-kaget dan berkata "Ya ampun! Jadi " (Stop di sini, takut spoiler :D)Lovable book, for those who love mystery^^

  • Tantri Setyorini

    Pertama kalinya baca Sekar Ayu Asmara nih. Sutradara dan penulis skenario film Indo kesukaanku, Belahan Jiwa (Pintu Terlarang juga sih, tapi belum nonton). Romance-nya agak menye-menye sih. Tapi seperti biasa Sekar Ayu Asmara sukses menipu saya dengan ending yang tidak terduga. Daripada baca metropop, novel ini menurutku jauh lebih seru sih.

  • Ristia Vinny

    buku pertama Sekar Ayu Asmara yang aku baca. puitis dan misterius. aku suka cara penulis bercerita, dan mengungkap fakta secara diam-diam, seperti saat kita sedang mengumpulkan dan membentuk sebuah puzzle yang utuh. dan setiba di ending, aku puas.

  • Nuning Indani

    awalnya, biasa saja. terlihat agak menarik karena pada sebagian perpindahan bab, kalimat terakhirnya sama dengan kalimat pertama bab berikutnya. tapi hebatnya, buku ini justru memberi kesan sangat dalam di akhir cerita.

  • Mel

    alamak endingnya gitu banget. udah kuduga bakal begitu tapi nggak perlu 'sebanyak' itu juga. dengan cerita nyaris sama, dorama gelap Sora Kara Furu Ichioku no Hoshi lebih berhasil nyayat-nyayat hati. nonton endingnya pun kudu sedia kleenex sewadah.